13 Januari 2026 Hujan Lembap: Suhu Puncak 32°C dengan Hujan Tersebar – Pergeseran Cuaca Dinamis!
Sistem konveksi lembap memanjang dari Sumatra hingga Sulawesi, dipicu oleh palung lapisan atas, dengan area bertekanan rendah yang bergerak melintasi wilayah timur dan menarik udara lembap yang memicu hujan dan badai petir—anomali positif menunjukkan kondisi lebih hangat dari rata-rata meski kelembapan tinggi.
Kondisi Pagi
Hujan ringan tersebar terjadi di Jakarta dan Jawa Tengah antara pukul 01.00–07.00 WIB dengan akumulasi 0,5–1 mm di bawah langit berawan. Sistem ini kemudian bergeser ke arah timur, sehingga Jawa dan Bali berangsur lebih cerah menjelang tengah pagi—suhu naik ke kisaran 20-an atas hingga awal 30-an °C, dengan anomali di atas rata-rata pada lapisan atmosfer atas.


Perkembangan Siang–Sore
Langit yang lebih cerah mendominasi Jawa dan Bali, dengan suhu puncak 31–32°C di Jakarta disertai angin ringan hingga sedang dari arah NNW (barat laut–utara) 18–21 km/jam. Tutupan awan meningkat dan badai petir terisolasi muncul di Maluku bagian timur, Papua, dan Nusa Tenggara Timur seiring pergeseran tekanan rendah—aktivitas konvektif menguat, namun tidak mengarah pada kejadian cuaca ekstrem.



Perkiraan Malam
Seiring pergerakan tekanan rendah, badai petir di wilayah timur dapat bertahan hingga malam, namun wilayah barat seperti Jawa cenderung stabil tanpa hujan lanjutan. Suhu tetap hangat dengan angin lemah yang memberikan penutupan hari yang relatif nyaman—secara umum atmosfer berada dalam kondisi stabil.
Tips Keselamatan
Dengan cuaca hangat dan lembap, pastikan tetap terhidrasi dan cari tempat teduh pada jam-jam terpanas—pakaian tipis dan menyerap keringat membantu kenyamanan. Siapkan payung atau jas hujan di wilayah yang berpotensi diguyur hujan; waspadai jalan licin dan kemungkinan genangan atau banjir lokal akibat hujan yang sesekali lebih lebat.
Penutup
Tanggal 13 Januari 2026 menghadirkan kombinasi udara lembap yang hangat dengan pola hujan yang dinamis bergeser ke timur di bawah pengaruh tekanan rendah. Anomali suhu di atas rata-rata mengindikasikan pola hangat yang berlanjut, sementara wilayah barat cenderung tetap lebih cerah dalam jangka pendek.