17 Januari 2026 – Hantaman Badai Tropis: Hujan Lebat dan Hembusan Angin hingga 21 km/jam – Kekacauan Hangat dan Lembap!
Sistem tekanan rendah yang signifikan di atas Filipina meluaskan pengaruhnya hingga ke Indonesia bagian timur, membawa angin kencang dan hembusan kuat di pulau-pulau utara, hujan lebat dan badai petir yang berpusat di Filipina namun meluas ke arah timur—massa udara hangat di permukaan dan lapisan menengah mempertahankan kondisi lembap dan labil meski tidak ada dampak siklon besar pada kota-kota utama.
Suasana Pagi
Hari dimulai dengan angin kencang dan hembusan kuat di pulau-pulau utara akibat pita luar sistem ini. Langit berawan di Jakarta dengan suhu 27–28°C disertai hujan ringan tersebar, yang meluas menjadi hujan lebat di wilayah timur—pusat tekanan rendah tampak sebagai fitur siklonik yang dalam, menggerakkan suplai uap air.


Perkembangan Siang–Sore
Sistem bergerak ke arah timur, mengintensifkan hujan lebat dan badai petir di Indonesia bagian timur dengan akumulasi hingga 4,47 mm di Jakarta yang memuncak pada pukul 07.00–16.00 WIB. Suhu tetap hangat di kisaran 27–29°C, rasa lembap makin terasa—hembusan angin timur laut mencapai 21 km/jam, dengan perbaikan cuaca mulai terasa di wilayah barat.


Perkiraan Malam
Hujan berangsur reda seiring sistem bergerak menjauh, dengan langit mulai cerah di Jakarta menjelang malam hari. Suhu tetap hangat dan lembap, namun kondisi atmosfer menjadi lebih stabil tanpa hujan lanjutan—penutupan hari yang cukup nyaman setelah aktivitas cuaca di siang hari.
Tetap Aman
Dengan kelembapan tinggi dan suhu hangat, pastikan tetap terhidrasi dan hindari aktivitas berat di luar ruangan pada jam-jam puncak—gunakan pakaian tipis dan menyerap keringat. Siapkan payung atau jas hujan untuk menghadapi hujan lebat; waspadai banjir dan jalan licin di wilayah timur yang terdampak—usahakan tetap berada di dalam ruangan saat badai petir berlangsung.
Penutup
Tanggal 17 Januari 2026 menghadirkan perpaduan kelembapan hangat dengan hujan yang dinamis bergerak ke arah timur di bawah pengaruh tekanan rendah. Dengan curah hujan lebat di wilayah timur dan anomali hangat yang meluas, ketidakstabilan atmosfer diperkirakan masih berlanjut, namun dengan tren perbaikan cuaca secara bertahap dalam jangka pendek.