23 Januari 2026 Kegaduhan Monsun: Hujan Lebat dan Hembusan Angin hingga 50 km/jam – Kekacauan Badai Guntur!
Sistem tekanan rendah yang kuat di utara memicu konveksi intens di Sumatra dan Sulawesi, membawa hujan lebat dan angin kencang dari barat—seiring berjalannya hari, intinya bergeser ke arah Kalimantan dan Maluku, mempertahankan tutupan awan dan presipitasi, dengan pusat tekanan rendah sekunder berkembang di laut bagian timur yang memicu lebih banyak hujan.
Nuansa Pagi
Hari dimulai dengan tutupan awan yang meluas dan hujan lebat di wilayah barat dan tengah, dipicu oleh pengaruh tekanan rendah. Suhu bertahan hangat di kisaran 27–30°C dengan kelembapan tinggi—hembusan angin yang memuncak 40–50 km/jam di Sumatra dan Jawa menambah kesan pagi yang penuh badai.


Perkembangan Siang Hari
Sistem bergerak perlahan ke timur, mengintensifkan hujan lebat di Indonesia bagian tengah dengan puncak hingga 3 mm/jam. Tutupan awan bertahan, dengan badai guntur yang berkembang—suhu naik ke puncak 27–30°C dan terasa lebih panas karena kelembapan, suhu minimum malam hari turun ke 25–26°C—anomali hangat di lapisan atas atmosfer mencerminkan pola ini.


Prospek Malam
Saat sistem terus bergerak ke timur, hujan mulai berkurang di wilayah barat namun tetap bertahan di Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Langit tetap berawan dengan hujan lokal tersebar—suhu turun nyaman ke 25–26°C, dengan angin yang mulai melemah sehingga malam terasa lebih tenang.

Tetap Aman
Dengan hujan lebat dan hembusan angin kencang, amankan barang-barang yang mudah terbawa angin dan hindari area terbuka—tetap berada di dalam ruangan saat badai guntur untuk mengurangi risiko sambaran petir. Tetap terhidrasi di tengah udara yang hangat dan lembap; waspadai banjir dan jalan licin di zona hujan lebat—berkendara dengan hati-hati dan bersiaplah menghadapi potensi gangguan aktivitas.
Penutup
Tanggal 23 Januari 2026 diwarnai hujan lebat dan badai guntur yang persisten di bawah pengaruh tekanan rendah, dengan kondisi hangat dan lembap serta pergeseran sistem ke arah timur. Anomali positif mengindikasikan pola aktif serupa mungkin masih berlanjut, dengan peluang jeda cuaca di wilayah barat dalam jangka pendek.