Nuansa Lembap di Hari Tahun Baru, 1 Januari 2026 – Hujan Pagi Berangsur Cerah Berujung Langit Cerah
Indonesia “menyalakan” hawa panas untuk tahun baru, umumnya cerah setelah awal hari yang basah, berkat punggungan tekanan tinggi yang mulai menguat di Asia Tenggara. Kondisi yang lebih stabil terbentuk menjelang tengah hari, dengan tekanan permukaan laut sekitar 1015 hPa yang mendorong keluar udara sejuk dari utara sehingga cuaca terasa lebih hangat secara umum.
Lembap di Pagi Hari
Pagi hari diawali hujan ringan hingga lebat yang tersebar hingga meluas di sebagian Jawa dan Sumatra, dengan akumulasi sekitar 20 mm di beberapa titik antara pukul 01.00–07.00 WIB. Sabuk konveksi ekuatorial memicu pembentukan awan dan hujan, tetapi cepat menipis setelah matahari terbit.

Terik di Tengah Hari
Suhu naik dari kisaran awal 20-an °C menjadi tinggi 20-an hingga awal 30-an °C pada siang hingga sore hari, dengan puncak 31–32°C di pusat-pusat aktivitas Jawa dan Sulawesi. Anomali positif 4–6°C membuat suasana terasa ekstra “musim panas”—lebih hangat dari biasanya di hampir semua wilayah.


Angin dan Sore Hari
Angin utara menguat dengan hembusan hingga sekitar 35 km/jam pada akhir sore. Jakarta berangsur cerah setelah fajar, tanpa hujan lagi, kelembapan sekitar 56% membuat udara tetap gerah namun terbantu hembusan angin.

Saran Singkat
Gunakan pakaian tipis dan berlapis ringan untuk mengantisipasi suhu yang terus naik, dan siapkan perlengkapan hujan di pagi hari jika berada di Jawa atau Sumatra—basah pagi bisa sedikit bertahan. Siang hingga sore ideal untuk ke pantai atau aktivitas luar ruang; perbanyak minum di tengah kelembapan tinggi. Angin membantu memberi rasa sejuk, tetapi tabir surya tetap wajib.
Inti Kondisi
Tanggal 1 Januari 2026 membuka tahun baru di Indonesia dengan kehangatan: pagi lembap dan basah yang berbalik menjadi siang cerah dan panas, anomali suhu yang tinggi, tanpa gangguan cuaca berarti setelah pagi hari. Mulai tahun dengan suasana hangat—tetap jaga diri agar tetap sejuk.